SEO Optimization

Kamis, 04 Februari 2010

Kisah tiga kaleng Coca Cola

Bagus utk dipikirkan!!!
Sudah tepatkah keberadaan anda sekarang?Ada 3 kaleng coca cola, ke-3 kaleng tsb diproduksi di pabrik yg sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng cocacola dan menuju ke tempat yg berbeda untuk pendistribusian.Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng cocacola lainnya dan diberi harga Rp 4.000.Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 7.500.Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yg sangat mewah. Kaleng cocacola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi es batu. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotelakan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp 60.000.Sekarang, pertanyaannya adalah :Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yg berbeda padahal diproduksi dari pabrik yg sama, diantar dengan truk yg sama dan bahkan mereka memiliki rasa yg sama.Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.Apabila Anda berada di lingkungan yg bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil-kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.(Orang yg sama, bakat yg sama, kemampuan yg sama) + lingkungan yg berbeda =NILAI YG BERBEDA.Takdir adalah urusan Tuhan, namun, Jalan Hidup adalah pilihan manusia.

Sukses selalu!

Syukriwan Hasnam

1 komentar:

Penumpang mengatakan...

Saya dari Malaysia, kisah tiga kaleng itu memang menarik... sesuatu yang biasa yang kita tahu tapi sengaja tak mahu ambil peduli. Trima kaseh atas karya itu.
Salam....